Kau duduk manis di lekukan bintang sana
Sedang aku terpaku di bumi
Jelas sudah, tak mungkin kugapai dirimu, walau hanya sesentuh saja
Tapi asa tak kan pernah pudar, walau cahayamu redup terang
Bak bintang yang muncul rabun tergelayuti mendung awan
Atau tetesan hujan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 Juli 2011
Sabar dan Setia -Sejenak Saja-
Saat…..
Kulihat kupu-kupu menari gemulai di rumpunan bunga
Ingin sekali merengkuh dan menikmati madu bersamanya
Saat….
Kutatap pelangi berkibar mengitari angkasa
Ingin sekali terbang dan merasa syahdu angin bersamanya
Kulihat kupu-kupu menari gemulai di rumpunan bunga
Ingin sekali merengkuh dan menikmati madu bersamanya
Saat….
Kutatap pelangi berkibar mengitari angkasa
Ingin sekali terbang dan merasa syahdu angin bersamanya
Melukis Senja
Biar malam menggelayut manja pada angin
aku tetap bersitegak terpatri pada bumi
biarkan imaji terbang, bebas, lepas
bak leokan burung camar, indah, menghias angkasa
tahbiskan pelangi dalam bingkai emas lukisan pias.....
aku tetap bersitegak terpatri pada bumi
biarkan imaji terbang, bebas, lepas
bak leokan burung camar, indah, menghias angkasa
tahbiskan pelangi dalam bingkai emas lukisan pias.....
Generasi Mahasiswa Munafik
di masa itu,
ketika benar menyerupai salah
dan salah pun enggan dikata
lantas tiap awak berlaga,
berteriak menganga.....
"Biar ini salah, toh juga benar"
Generasi Mahasiswa Munafik -mulai berjaga-
ketika benar menyerupai salah
dan salah pun enggan dikata
lantas tiap awak berlaga,
berteriak menganga.....
"Biar ini salah, toh juga benar"
Generasi Mahasiswa Munafik -mulai berjaga-
Aku Harap Kamu
Di parasmu, yang bersinar itu
Ada harapan dan asa, terus menderu
Tak jemu, oleh waktu yang membisu
Ada harapan dan asa, terus menderu
Tak jemu, oleh waktu yang membisu
Enak Jadi Cicak atau Buaya
Ketika
Segerombolan cacing bergeliat
Gerah
Akibat panas bara yang 'tak pernah'
Reda -itu-
Seketika pula, ku ingin serasa cicak
Agar bisa merayap
Di segala arah dan bidang
Melacak gerak-gerik
Nyamuk-nyamuk nakal
Segerombolan cacing bergeliat
Gerah
Akibat panas bara yang 'tak pernah'
Reda -itu-
Seketika pula, ku ingin serasa cicak
Agar bisa merayap
Di segala arah dan bidang
Melacak gerak-gerik
Nyamuk-nyamuk nakal
Janji - Bukan Basa Basi
Ia datang kembali
Bersama mimpi yang -sesaat- terpendam sepi
Walau terkoyak lesu, terbasahi peluh, -tapi- asa tak pernah mati
Bersama mimpi yang -sesaat- terpendam sepi
Walau terkoyak lesu, terbasahi peluh, -tapi- asa tak pernah mati
Pesona Jilbab
Pendar kilau cahaya
Terpancar dari wajah wanita
Dengan dua jilbabnya
-----Jilbab ragawi
-----dan jilbab hati
Terpancar dari wajah wanita
Dengan dua jilbabnya
-----Jilbab ragawi
-----dan jilbab hati
Alam Menggeram Lagi
Salah apa lagi kami?
Kami salah apa lagi?
Alam mengamuk kembali
Bumi menggeram keras
Ratusan bangunan roboh
Ribuan jiwa melayang
Rakyat Andalas menangis
Kami salah apa lagi?
Alam mengamuk kembali
Bumi menggeram keras
Ratusan bangunan roboh
Ribuan jiwa melayang
Rakyat Andalas menangis
Diriku Hanya Untuk Mu
->Ya Rabb,
Di kala aku miskin
Aku selalu meminta kepada-Mu
Agar Engkau memberiku harta berlimpah
Dan aku berjanji akan menjadi hamba yang ahli shadaqah
Hari ini, Kau beri aku kekayaan
Dan aku ingkar akan janjiku
Tapi Kau tidak marah
Di kala aku miskin
Aku selalu meminta kepada-Mu
Agar Engkau memberiku harta berlimpah
Dan aku berjanji akan menjadi hamba yang ahli shadaqah
Hari ini, Kau beri aku kekayaan
Dan aku ingkar akan janjiku
Tapi Kau tidak marah
Mereka Bidadari Juga Malaikat
Senyum mereka……
Lepas, penuhi nafas keikhlasan
Gerak mereka……
Menawan, pancarkan nafas perjuangan
Tanya mereka…….
Santun, desirkan nafas pendidikan
Lepas, penuhi nafas keikhlasan
Gerak mereka……
Menawan, pancarkan nafas perjuangan
Tanya mereka…….
Santun, desirkan nafas pendidikan
Tatapan Sang Gadis
Gadis itu merana menatap sedih ke tanah lompong
Di sana dulu ia curahkan tawa dan tangis
Di sana dulu ia ungkapkan bahagia dan sedih
Di sana dulu ia adu nasib kaya atau miskin
Kini,
Di sana dulu ia curahkan tawa dan tangis
Di sana dulu ia ungkapkan bahagia dan sedih
Di sana dulu ia adu nasib kaya atau miskin
Kini,
Udara 'Kah' Atau - - - - ?
Rasa gundah hati terus bergejolak
Iringi syahdunya malam kemenangan
Mereka sorak sorai gembira sambut yang kan datang
Lupakan tamu agung yang pulang kembali ke titian
Entah haruskah senang atau sedih……gelombang fitrah gelayuti hati
Iringi syahdunya malam kemenangan
Mereka sorak sorai gembira sambut yang kan datang
Lupakan tamu agung yang pulang kembali ke titian
Entah haruskah senang atau sedih……gelombang fitrah gelayuti hati
Langganan:
Postingan (Atom)